KILAT <p style="text-align: justify;">KILAT is a scientific journal published by Institut Teknologi PLN d/h. Sekolah Tinggi Teknik PLN. KILAT Journal is published twice in one year in April and October and contains the results of research in the fields of Mechanical Engineering, Electrical Engineering, Civil Engineering and Information Engineering, Law and Economics related to studies in the field of Renewable Energy, Electricity, Telecommunications, Control Systems , Electronics, Architecture, Computer Systems, and Information Systems.</p> <p style="text-align: justify;">KILAT is a scientific journal has been&nbsp;<strong>Accredited&nbsp;</strong>by the&nbsp;<strong>National Journal Accreditation</strong>&nbsp;(ARJUNA) managed by the Ministry of Research, Technology, and Higher Education of the Republic of Indonesia with Class Four (<strong>SINTA 4</strong>) from 2018 to 2022 in accordance with the Decree<strong>. No. B/3693/E5/E5.2.1/2019.</strong></p> <p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"><span style="font-family: Times new roman, serif;"><span style="font-size: medium;">T</span></span><span style="font-family: Times new roman, serif;"><span style="font-size: medium;">he journal registered in the CrossRef with </span></span><strong><span style="font-family: Times new roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Digital Object Identifier&nbsp;(DOI)&nbsp;prefix</span></span></strong><span style="font-family: Times new roman, serif;"><span style="font-size: medium;">: <a href="" target="_blank" rel="noopener"><span style="text-decoration: underline;"><strong>10.33322</strong></span></a></span></span></p> <p style="text-align: justify;"><strong>P-ISSN:&nbsp;<a href="" target="_blank" rel="noopener">2089-1245</a>,</strong><strong>&nbsp;&nbsp;</strong><strong>e-ISSN:<a href="" target="_blank" rel="noopener">&nbsp;2655-4925</a></strong></p> en-US (Editorial) (Redaksi Kilat) Sun, 14 Nov 2021 00:00:00 +0000 OJS 60 Pemantau Gas Metana, Suhu, dan Kelembaban sebagai Penyebab Efek Rumah Kaca Dipadang Lamun Berbasis Internet Of Things <p><em>Seagrass is a plant that covers coastal areas/shallow seas that can produce methane gas (CH4) during the decomposition process. The occurrence of decay caused by microbes in seagrass plants that have died in the process produces methane gas (CH4) as the cause of the greenhouse effect. Methane gas monitoring system (CH4) is proposed using MQ-4 sensor, temperature and humidity sensor (DHT11) using NodeMCU ESP8266 module, SD Card module as backup data storage and processed with local database and through mysql database the data will be displayed on the website page for information. . From the tests carried out, the response time for DHT11 is 5.6 seconds and MQ-4 is 1.5 seconds. It has a reading sensitivity rate of 99.92% for DHT11, 99.997% for MQ-4. The accuracy rate for DHT11 is a multiple of 1. For the MQ-4 sensor it has an accuracy level of 2 digits behind the comma. The tool has a data transfer rate of up to that which appears on the front-end 0.2736. With this tool, checking measurement results can be done quickly and can be done from anywhere.</em></p> Lukman Medriavin Silalahi, Irfan Kampono, IK, Agus Dendi Rochendi, ADR, Muhamad Husni, MH, Raden Sutiadi, RS, Daniel Putra Pardamean Mbarep, DPDM ##submission.copyrightStatement## Mon, 25 Oct 2021 00:00:00 +0000 Pengolahan Sampah Hybrid PLTS Menjadi Energi Listrik Di Kelurahan Pondok Kopi <p><em>Saat ini di indonesia khususnya di kota-kota besar, masalah sampah menjadi masalah lingkungan karena tidak ada penyelesaian masalah penampungan. Dalam hal ini diperlukan perencanaan mengenai pembangunan pembangkit listrik dengan metode listrik kerakyatan, dengan menggunakan bahan bakar sampah yang diproses menjadi gas yang diubah menjadi energi listrik, namun sampah juga bisa diolah menjadi briket sebagai bahan bakar energi terbarukan. Diharapkan juga dengan metode ini dapat sebagai solusi untuk bisa menuntaskan sampah-sampah yang ada khususnya di kota-kota besar. Pada metode ini akan diuraikan segi-segi teknis dan ekonomis dari pembangkit listrik tenaga sampah di kelurahan Pondok Kopi. Dalam skema biodigester sampah organik 100 kg/hari dapat menghasilkan potensi energi listrik 4,28 kwh/hari dan dapat menghemat pemakaian listrik PLN sebesar 82,28 % tiap tahunnya.</em></p> Syarif Hidayat Hidayat ##submission.copyrightStatement## Mon, 25 Oct 2021 00:00:00 +0000 Pemanfaatan Elektrik Bioretensi dalam Menurunkan Kadar Escherichia coli dan Total Bakteri Koliform Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Air pada Drainase Perkotaan <p><em>Rapid development in a watershed affects surface and ground water sources. Urbanization results in increased environmental pollution and groundwater pollution. Best water resource management practices are Low Impact Development (LID) such as bioretention, vegetative swales, permeable pavements, and rainwater wetlands have been implemented to reduce the adverse effects of urbanization such as flooding by reducing peak runoff on the surface and thereby managing rainwater runoff. The purpose of this study was to analyze microbial contamination in wastewater originating from city drainage channels. The research was carried out experimentally by taking water in Item River, Kemayoran directly and put it in an electric bioretention tank. The rain-wastewater-bioretention (RWB) tank is in the form of a watertight tank measuring 60 cm in diameter by 80 cm in height with a medium of 50 cm, leaving 30 cm to provide space and time for standing water during infiltration time. The results of the water taken on the 2nd day through Bioretention carried out laboratory testing with the scope of Microbiological analysis of Environmental Health Quality Standards, Escherichia coli levels decreased from 17 APM/100 ml to 9 APM/100 ml. In addition, total Coliform levels from 2800 APM/100 ml to 270 APM/100 ml.</em></p> Endah Lestari ##submission.copyrightStatement## Mon, 25 Oct 2021 00:00:00 +0000 Pengembangan Sistem Pengaturan Suplai Beban (Ats) Pada Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid Berbasiskan Mikrokontroler <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>Renewable energy is potential alternative energy to replace the central role of fossil energy which has been going on since the early 20th century. </em><em>The solar power plant</em><em> is alternative energy, especially for households and industry, and can be designed as a hybrid power plant consisting of solar panels, batteries, an automatic transfer switch (ATS), and a grid. This research will focus on developing ATS based on a microcontroller. It functions to regulate the load supply automatically from the three sources of electrical energy, like solar panels, batteries, and </em><em>grid</em><em> while the microcontroller functions to monitor the transfer of power from the solar power plant to grid and voltage movements in the system so that current and voltage data can be recorded from time to time to improve system reliability, effectiveness, and efficiency of the tool. ATS components consist of MCB, magnetic contactor, timer H3CR, relay, 2000VA inverter, solar charge controller 100A, NodeMCU ESP8266 IoT, and battery 12V 100AH. This research is conducted in one year to produce ATS based on a microcontroller that can automatically regulate the supply of loads from the three sources of electrical energy with a good level of efficiency and stability. </em></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong><strong><em>Keywords: </em></strong><em>solar power plants</em><em>, </em><em>hybrid power plants</em><em>, an automatic transfer switch.</em></p> <p><strong>&nbsp;</strong><strong><em>ABSTRAK</em></strong></p> <p><em>Energi baru terbarukan merupakan energi alternatif yang potensial untuk menggantikan peran sentral dari energi fosil yang telah berlangsung sejak awal abad ke 20. PLTS </em><em>merupakan</em> <em>salah satu </em><em>energi alternatif</em> <em>penyedia energi listrik untuk rumah tangga </em><em>dan industri serta dapat </em><em>di</em><em>rancang </em><em>sebagai sistem pembangkit listrik tenaga hibrid (PLTH) </em><em>yang</em><em> terdiri dari panel surya, baterai, sistem pengaturan beban </em><em>atau ATS </em><em>(automatic transfer switch)</em><em> dan jaringan PLN. P</em><em>eneltian difokuskan pada </em><em>pengembangan</em><em> sistem </em><em>ATS</em> <em>berbasiskan mikrokontroler. ATS </em><em>berfungsi untuk mengatur suplai beban secara otomatis dari ketiga sumber energi listrik yaitu panel surya, baterai dan PLN</em><em> sedangkan mikrokontroler berfungsi memonitor perpindahan daya dari PLTS ke sumber PLN dan pergerakan tegangan pada sistem sehingga dapat dilakukan pencatatan data arus dan tegangan dari waktu ke waktu sehingga dapat meningkatkan </em><em>keandalan sistem, efektifitas dan efisiensi alat</em><em>. </em><em>K</em><em>omponen </em><em>ATS</em><em> terdiri dari MCB, magnetic contactor, timer</em><em> H3CR</em><em>, relay, inverter</em><em> 2000VA</em><em>, solar charge controller</em><em> 100A</em><em>, </em><em>NodeMCU ESP8266 IoT, </em><em>dan baterai</em><em> 12V 100Ah</em><em>.</em> <em>Penelitian ini akan dilakukan </em><em>dalam</em><em> periode satu tahun </em><em>meng</em><em>hasilkan </em><em>ATS berbasiskan mikrokontroler </em><em>yang dapat mengatur suplai beban secara otomatis dari ketiga sumber energi listrik dengan tingkat efisiensi dan kestabilan yang baik. Tim penelitian ini tediri dari 3 orang dan berasal dari </em><em>p</em><em>rogram </em><em>s</em><em>tudi </em><em>t</em><em>eknik </em><em>e</em><em>lektro</em><em>, IT</em><em> PLN.</em></p> <p><em>&nbsp;</em><strong><em>Kata kunci:</em></strong><em> pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga hibrid, pengaturan suplai beban.</em></p> Sugeng Purwanto ##submission.copyrightStatement## Mon, 25 Oct 2021 00:00:00 +0000 Rancang Bangun Sistem Kendali Level Air Berbasis Programmable Logic Controller dan Human Machine Interface <p><em>hingga industri. Salah satu penerapan perlunya mengendalikan level air adalah pada boiler suatu pembangkit. Berbagai pengendalian terhadap suatu besaran di industri tentu memerlukan perangkat pengendali. Programmable Logic Controller (PLC) </em><em>&nbsp;Rancang bangun sistem kendali level air dengan menggunakan PLC dan Human Machine Interface </em>(HMI) <em>ini menggunakan perangkat utama yaitu PLC FX3U yang dilengkapi dengan input analog, output analog, dan output PWM (Pulse Width Modulation). Level/ ketinggian air adalah objek yang akan dikendalikan. Suplai air diatur oleh pompa air DC yang terdiri atas pompa inlet dan pompa outlet. Sedangkan untuk sensor ketinggian air menggunakan sensor ultrasonic HC-SR04. Untuk memudahkan pengoperasian PLC, PLC dapat dikombinasikan dengan HMI yang mana terhubung di dalam jaringan dengan PLC. Untuk aplikasi jangka panjang, rancang bangun sistem kendali level air berbasis PLC FX3U dan HMI dapat difungsikan sebagai media pembelajaran di kelas pada mata kuliah yang berkaitan dengan elektronika industri, PLC, maupun mata kuliah lain. Berdasarkan pengujian dengan menggunakan kontroler PID di dalam PLC, diperoleh hasil bahwa ketinggian air dapat dikendalikan dengan eror rata-rata sebesar 3%. Nilai tersebut disebabkan karena perilaku dinamik air.</em></p> Tri Wahyu Oktaviana Putri, Muhammad Imbarothur Mowaviq, Ibnu Hajar ##submission.copyrightStatement## Mon, 25 Oct 2021 00:00:00 +0000 Kendali Alat Destilasi Air Laut Elektrik Berbasis Mikrokontroler <p><em>A</em><em>ir bersih merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia.</em><em> Salah satu cara mendapatkan air bersih layak konsumsi adalah dengan memisahkan air laut dari kandungan garam dengan metode destilasi. </em><em>Destilasi adalah proses menghilangkan sejumlah tertentu garam dan mineral lain dari air untuk menghasilkan air tawar. Beberapa bagian utama pada alat destilasi ini adalah tabung pemanas untuk proses penguapan air, pipa kondensor untuk proses pengembunan dan tabung penampung. Alat ini, menggunakan pemanas elektrik untuk menguapkan air. Alat destilasi ini dikendalikan oleh mikrokontroler Arduino Mega 2560. Motor, pemanas elektrik, dan valve menjadi aktuator. Sementara, sensor yang digunakan adalah sensor suhu PT100 dan sensor level. Peningkatan suhu yang terjadi untuk sampai pada proses penguapan per satu liter air adalah 83 menit pada suhu 120 <sup>o</sup>C. Pada proses pengujian, alat destilasi dapat menghasilkan air garam dan menyisakan garam pada tabung pemanas</em>.</p> Muhammad Imbarothur Mowaviq ##submission.copyrightStatement## Mon, 25 Oct 2021 00:00:00 +0000 Alat Bantu Training Elektronika Berbasis Internet Of Things dengan Logika Fuzzy Menggunakan NODEMCU <p><em>Electronic training activities are still carried out conventionally, namely through a face-to-face system. The trainer has to check the trainees' measurement scores manually, this takes a long time. In addition, during the Covid-19 pandemic, human interaction is limited. Therefore it is necessary to make a tool that can help the training process. The proposed IoT-based electronic training tool uses nodeMCU, with a MySQL database system using IoT (Internet of Things) technology. Data communication media uses Wifi (IEEE 802.11n) with nodeMCU 8266 and INA219 sensors. The data is directly displayed through the internet browser media(PHP). From the results of our research, this tool can monitor the implementation of training for a distance of 8 meters and the sensor response time is less than 1 second. The sensor sensitivity level reaches 99.01% with a measurement accuracy of 0.01. With this tool, checking measurement results can be done quickly and can be done from anywhere.</em></p> Lukman Medriavin Silalahi, Agus Dendi Rochendi, ADR, Irfan Kampono, IK, Muhamad Husni, MH, Raden Sutiadi, RS ##submission.copyrightStatement## Mon, 25 Oct 2021 00:00:00 +0000 Kekuatan Awal, Workability dan Berat Volume Beton berbahan Agregat Plastik Polypropylene <p><em>Eksploitasi plastik</em><em> menyebabkan penumpukan limbah plastik</em><em> semakin meningkat</em><em>. </em><em>Penggunaan limbah plastik pada beton dapat berkontribusi pada pengurangan limbah plastik di dunia</em><em>. Dalam penelitian plastik polypropylene</em><em> dimanfaatkan sebagai subtitusi parsial agregat halus</em><em>. Penelitian ini bertujuan untuk </em><em>menganalisa beberapa property fisis dan mekanis beton yang menggunakan limbah palstik sebagai subtitusi agregat halus.</em><em> kuat tekan </em><em>, workability dan berat volume menjadi variable utama yang akan diukur</em><em>. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemakaian Plastik polypropylene sebagai pengganti agregat </em><em>halus </em><em>10%, 20%, 30%, dan 40%, </em><em>menghasilkan</em><em> slump test sebesar 8,1 cm, 8,4 cm, 8,6 cm, dan 8,8 cm</em><em>, dianggap masih memenuhi standar nasional indonesia</em><em>. Hasil dari berat volume beton didapatkan sebesar </em><em>2211.46</em> <em>k</em><em>g</em><em>/m<sup>3</sup></em><em>, </em><em>2138.21</em> <em>k</em><em>g</em><em>/m<sup>3</sup></em><em>, </em><em>2105.73</em> <em>k</em><em>g</em><em>/m<sup>3</sup></em><em>, dan </em><em>2021.65</em> <em>k</em><em>g</em><em>/m<sup>3</sup></em><em>. Hasil Untuk kuat tekan pada </em><em>7</em><em> Hari didapatkan sebesar </em><em>9.12</em><em> M</em><em>P</em><em>a, </em><em>8.704</em><em> M</em><em>P</em><em>a, </em><em>8.5</em><em> M</em><em>P</em><em>a, dan </em><em>7.85</em><em> M</em><em>P</em><em>a. </em></p> <p>&nbsp;</p> Muhammad Sofyan ##submission.copyrightStatement## Mon, 25 Oct 2021 00:00:00 +0000 Design Of Horizontal Type Of Wind Turbine On A Highrise Building <p><em>In making a horizontal type wind turbine, of course, it is necessary to analyze it in depth, one of which is by predicting the production of wind energy produced by the wind turbine to estimate the wind power in the wind turbine which will later be applied. Wind energy sources that are commonly used are located in rural areas, fields and even there is such a large amount of energy that it is sometimes difficult to reach the power grid and other large areas including the roofs of high-rise buildings. There are many analytical models in wind energy estimation, one of which is often done by many researchers, namely by using the Weibull distribution method. From the measurement results that as many as</em> <em>1516.37 kWh with a 1 kW wind turbine with a radius of 1 meter (capacity factor 30.09%). Modeling wind turbine blades with NACA 4412 using Qblade software to determine the torsional angle of the blade to be applied so that it is obtained that the torsion angle from the base and The tip of the blade has a tilt angle of 19.05◦ to 6.96° with a maximum Cp of 0.5 this is a pretty good value in designing wind turbine blades.</em></p> wahirom - -, Nofirman - -, Prayudi - ##submission.copyrightStatement## Mon, 25 Oct 2021 00:00:00 +0000 Pendugaan Fraud Detection pada kartu kredit dengan Machine Learning <p>Meningkatnya volume dan potensi kerugian akibat tindak pidana penipuan kartu kredit memerlukan solusi yang memungkinkan pihak penyelenggara layanan kartu kredit dapat melakukan analisis pada setiap transaksi secara cepat dan akurat. Hal ini hampir mustahil dilakukan secara manual oleh manusia. Dalam penelitian ini kami coba melakukan implementasi metode <em>Random Forest</em> untuk menemukan solusi terbaik melakukan prediksi pada permasalahan dan diperoleh hasil sebesar 0,85 yang menunjukan bahwa model yang dikembangkan memilik akurasi yang baik.</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Kata kunci: </em></strong>penipuan kartu kredit, random forest, machine learning</p> Arief Kurniawan, Yulianingsih Yulianingsih ##submission.copyrightStatement## Mon, 25 Oct 2021 00:00:00 +0000 Kriteria Desain Sistem Jaringan Distribusi Untuk Evaluasi Kondisi Eksisting Kelistrikan Suatu Wilayah <p><em>Faktor yang menentukan kualitas energi listrik adalah adanya perencanaan sistem distribusi yang baik yang memenuhi standar dan kriteria teknis yang berlaku. Meskipun desain awal sistem distribusi telah memenuhi standar kualitas pelayanan tersebut, dengan adanya perkembangan beban yang terus meningkat, parameter kualitas yang terjadi di lapangan dapat mengalami perubahan, sehingga perlu adanya evaluasi kondisi kualitas pensuplaian tersebut. Evaluasi ini semakin penting dalam kaitannya dengan kebutuhan untuk perencanaan pengembangan sistem ke masa depanu u</em><em>ntuk mencapai sistim distribusi dengan kualitas yang tinggi, andal dan effisien. Adapun kriterian desain yang dirancang dalam penelitian ini meliputi jatuh tegangan, dan penyulang serta keandalan sistem distribusi. Penetuan kriteria desain ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan acuan oleh pengelola sistem distribusi dalam rangka mencapai tingkat kualitas pelayanan yang memenuhi standar yang berlaku dengan didasarkan pada kondisi sistem eksisting, prediksi perkembangan beban, dan pengembangan wilayah pada suatu area pelayanan. Hasil evaluasi menunjukkan persentase jatuh tegnagan berkisar antara 1 % - 12,7% , pembebanan penyulang berada pada nilai 50,5 % - 96,2 % , dengan nilai indeks keandalan SAIFI mecapai 3,86 kali/tahun dan nilai SAIDI 16,23 jam/tahun</em></p> Christine Widyastuti, Adri Senen, Oktaria Handayani ##submission.copyrightStatement## Mon, 25 Oct 2021 00:00:00 +0000 Implementasi Ant Colony Optimization (ACO) pada Sistem Irigasi Lahan Tadah Hujan <p style="text-align: justify;"><em>The purpose of this research is to produce an optimal water distribution system for irrigation of rainfed land. The problem with conventional irrigation systems is that the water distribution process cannot be controlled and monitored automatically and in real time. The impact on water distribution becomes ineffective. The implementation of Ant Colony Optimization (ACO) is used in research as a method to determine the location or node based on the pheromone pattern of the soil dryness level at the sprinkler nodes to be distributed by the water flow, taking into account the criteria level on the soil as a trend of probability values ​​and determining the nodes according to the needs in the flow water. The results obtained from this study indicate that the data displayed is the level of dryness of each node, the volume of water in the reservoir, and the flow of water flowing. The ACO test shows the sequence of nodes that will be passed after the optimization process of water distribution in a rainfed irrigation system using the ACO method gets an error value calculated by the MAPE method of 43% so that it gets an accuracy value of 57%.</em></p> Abdul Haris, Trisma Juwita, Rosida Nur Aziza, Hengki Sikumbang, Riki Ruli A. Siregar ##submission.copyrightStatement## Mon, 25 Oct 2021 00:00:00 +0000 Proyeksi Kebutuhan Energi Secara Microspasial Berdasarkan Penentuan Variabel Independen Dengan Metode Kolmogorov-Smirnov <p><em>Metoda proyeksi peramalan energi umumnya masih berbentuk makro sehingga tidak memperlihatkan pusat-pusat beban pada wilayah yang lebih kecil (grid) dan mengakibatkan lokasi gardu distribusi tidak dapat ditentukan dengan pasti. Oleh karena itu diperlukan teknik prakiraan energi yang berbasis pada wilayah yang lebih kecil (mikrospasial). Prakiraan energi listrik yang melibatkan banyak variabel, hasil proyeksinya lebih akurat. Hal itu disebabkan proyeksinya melibatkan interaksi antar variabel dalam bentuk faktor. Setiap area pelayanan memiliki faktor dominan yang berbeda. Untuk menentukan faktor yang paling dominan dapat menggunakan Metoda Exploratory Factor Analysis. Metoda ini mampu menentukan variabel yang dominan diantara variabel-variabel yang terlibat. Dalam penelitian ini yang semula melibatkan 12 variabel independen, ada 4 variabel yang dapat dikelompokan menjadi satu faktor utama berdasarkan hasill Componen Transformation Matriks. Faktor tersebut akan digunakan dalam pemodelan matematis proyeksi kebutuhan energi. Sehingga hasil peramalan energi lebih teliti. Sejumlah metode analisis dengan statistika mengasumsikan distribusi datanya normal, sehingga asumsi ini perlu diuji kebenarannya. Beberapa uji normalitas yaitu dengan melihat penyebaran data pada sumber diagonal pada grafik Normal P-P Plot of regression standarized residual atau dengan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov.</em></p> Dwi Anggaini, Adri Senen, Hasna Satya Dini ##submission.copyrightStatement## Mon, 25 Oct 2021 00:00:00 +0000 Analisa Surja Petir Menggunakan Elektromagnetik Transien Program Pada Saluran Udara Tegangan Tinggi <p><em>Petir merupakan kejadian alam yang disebabkan oleh terjadinya loncatan muatan listrik antara awan dengan bumi. Petir menimbulkan adanya rambatan gelombang dengan amplitudo transien arus dan tegangan tinggi. Tegangan dan arus lebih yang ditimbulkan oleh petir selain dapat mengancam keselamatan jiwa manusia, juga dapat mengganggu peralatan dan sistem tenaga listrik. Gangguan akibat petir dapat timbul dari sambaran petir langsung (direct strike) dan tidak langsung (indirect strike). Oleh karena itu diperlukan suatu sistem proteksi yang mengamankan s</em><em>aluran transmisi</em><em>, peralatan, atau manusia dari gangguan dan sambaran petir.</em> <em>Sambaran petir yang merusak isolator terdiri dari dari 2 sumber, yang pertama; yakni sambaran langsung kekawat tanah atau menara. Arus petir akan mengalir ketanah melalui menara dan kembali keatas dengan tegangan yang tinggi dan menyebakan rusak dan pecahnya isolator, fenomena ini disebut Back Flashover (BSF). Yang kedua yakni sambaran langsung ke kawat Fasa, arus petir akan mengalir sepanjang kawat fasa sebagai gelombang berjalan ke isolator dan merusak isolator, ini disebut Shielding Failures (SF).</em>Fenomena-fenomena tersebut bisa dianalisa dengan simulasi menggunakan Elektromagnetik Transient Program.</p> Andi Junaidi ##submission.copyrightStatement## Mon, 25 Oct 2021 00:00:00 +0000 Prototype Alat Monitoring Suhu, Kelembaban dan Kecepatan Angin Untuk Smart Farming Menggunakan Komunikasi LoRa dengan Daya Listrik Menggunakan Panel Surya <p><em>Belakangan ini penerapan Internet of Thing</em><em>s (IoT) banyak dimanfaatkan pada bidang pertanian dan perkebunan. Pada bidang pertanian dan perkebunan, permasalahan tumbuh kembang tumbuhan merupakan permasalahan yang penting karena sangat bergantung pada faktor abiotik (fisik) dan biotik (biologis). Faktor abiotik</em><em> (faktor lingkungan fisik</em><em>) antara lain seperti suhu, kelembaban (udara dan tanah), pencahayaan, kecepatan angin, media tanam dan pupuk sangat mempengaruhi tumbuh kembang tumbuhan dan seringkali sulit terpantau. Agar tumbuh kembang tanaman dapat baik, maka perlu dipantau secara terus menerus faktor abiotik maupun biotik pada lingkungan tempat tumbuhnya tanaman. Tujuan diterapkan </em><em>IoT dalam bidang pertanian agar dapat mengotomatisasi semua aspek pertanian dan metode pertanian untuk membuat proses lebih efisien dan efektif. D</em><em>alam penelitian ini dibuat sebuah prototipe untuk memantau suhu, kelembaban udara dan tanah serta kecepatan angin pada lahan pertanian dengan memanfaatkan komunikasi LoRa sebagai perangkat pendukung IoT dalam penerapan smart farming</em><em> dengan keunggulannya menggunakan daya listrik yang bersumber dari energi matahari. Di sini </em><em>data akan ditampilkan pada sebuah platform Cayenne sebagai user interface untuk dilakukan pemantauan dari jarak jauh. Dengan demikian pengguna dapat secara langsung memantau faktor abioti</em><em>k (faktor fisik lingkungan</em><em>) dari tempat tumbuh kembangnya tanaman. Dari pemantauan dapat dilakukan tindakan-tindakan yang diperlukan agar tanaman dapat tumbuh kembang dengan bai</em><em>k.</em></p> Dewi Purnama Sari ##submission.copyrightStatement## Mon, 25 Oct 2021 00:00:00 +0000 Klasifikasi Titik dan Jenis Gangguan Guna Efisiensi Prosedur Operasi Standar Perbaikan Jaringan Distribusi <p><em>Saat ini jaringan distribusi listrik (Jaringan Distribusi Penyulang) UP3 Manokwari masih memiliki </em><em>masalah dalam mengetahui lokasi gangguan dan mengelompokkan titik dan jenis gangguan. Adapun masalah lainnya adalah perekapan laporan gangguan yang masih bersifat konvensional yang mana laporan detail gangguan tersebut jarang direkap secara real time dan penyampaian informasi mengenai informasi gangguan kurang efektif kepada petugas dan pimpinan. Tujuan penelitian ini adalah diperoleh suatu pola atau node menggunakan algoritma C4.5 untuk mengklasifikasi titik dan jenis gangguan jaringan distribusi penyulang, serta untuk membantu petugas dalam proses perekapan detail secara real-time. Evaluasi pola menggunakan tools Rapidminer serta menggunakan Confusion Matrix untuk pengujian tingkat akurasi metode klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klasifikasi titik gangguan ditentukan oleh faktor beban disrupsi dan relay dengan 3 (tiga) pola/node dan jenis gangguan ditentukan oleh faktor kerusakan dan penyebab gangguan dengan 16 pola/node. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat akurasi model algoritma C4.5 sebesar 87.80% untuk klasifikasi jenis gangguan dan 96.15% untuk klasifikasi titik. Tingkat akurasi model algoritma C4.5 adalah 87,80. % untuk klasifikasi jenis disrupsi dan 96,15% untuk klasifikasi titik gangguan.</em></p> Dwina Kuswardani ##submission.copyrightStatement## Mon, 25 Oct 2021 00:00:00 +0000