Implementasi Teknologi Informasi Dan Manajemen Bisnis Dalam Pengembangan Bidang Pendidikan Dan Kewirausahaan Di Pesantrenpreneur & SMP Ihsan Cerdas Mandiri Banten

Main Article Content

Yudhy Setyo Purwanto
Hendra Jatnika
M. Farid Rifai
Sely Karmila
Yessy Fitriani
Dine Tiara Kusuma
M Yoga Distra Sudirman

Abstract

Pondok Pesantren & SMP Ihsan Cerdas Mandiri yang dikenal sebagai ICM Pesantrenpreneur atau Pesantren Wirausaha, adalah lembaga pendidikan Islam (pondok pesantren) berbasis sekolah, yang dilengkapi dengan berbagai Pendidikan dan kegiatan wirausaha. Kurikulum ICM berbasis Aqidah Islamiyah, dengan memadukan pendidikan umum (SMP), pendidikan agama (pondok pesantren) dan keterampilan hidup (life skills) dalam bentuk pendidikan kewirausahaan dasar. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak ICM, terdapat setidaknya dua masalah besar, yaitu: 1) manajemen pondok pesantren; dan 2) pengembangan kewirausahaan. Pengelolaan potensi pesantren belum dapat dikategorikan baik, karena: 1) sistem pengelolaan yang sederhana, dan masih menggunakan cara-cara yang konvensional dan manual, terutama untuk informasi pesantren, fasilitas, dan kegiatannya; dan 2) Bentuk promosi dan registrasi masuk pesantren masih menggunakan cara-cara manual sehingga berpengaruh terhadap pengelolaan administrasi dan keuangan; dan 3) Untuk bidang kewirausahaan, tidak ada mekanisme dan manajemen yang mendukung perputaran bisnis dan pengembangan bidang usaha. Hal-hal ini menyebabkan pengembangan pesantren untuk dapat lebih mandiri dan unggul menjadi terhambat dan pada akhirnya, menjadi tidak berkembang. Potensi pengembangan pesantren dapat dilihat dari beberapa sudut pandang/aspek, yang antara lain adalah: 1) Pengembangan pola promosi, dan registrasi pesantren untuk menarik minat, bukan hanya peserta didik (santri dan siswa), tetapi juga donatur dan investor; 2) Pengembangan teknik kewirausahaan dan business planning sebagai sarana pendukung kemandirian pesantren; 3) perluasan jaringan pemasaran dan kerjasama. Solusi yang ditawarkan adalah: 1) membuat sebuah website khusus bagi Pesantren beserta berbagai pengembangannya yang berisikan informasi Pendidikan, kegiatan, dan bidang-bidang kewirausahaan; 2) membuat sebuah sistem informasi manajemen untuk promosi dan regitrasi pesantren yang terintegrasi dengan website; dan 3) memberikan pelatihan teknik kewirausahaan dan business planning sebagai sarana pendukung kemandirian pesantren.


 


 


Pondok Pesantren & SMP Ihsan Cerdas Mandiri, known as ICM Pesantrenpreneur or Pesantren Wirausaha, is a school-based Islamic education institution (pondok pesantren), which is equipped with various education and entrepreneurial activities. The ICM curriculum is based on Aqidah Islamiyah, by combining general education (SMP), religious education (Islamic boarding schools) and life skills in the form of basic entrepreneurship education. Based on the results of the interview with the ICM, there are at least two major problems, namely: 1) management of the Islamic boarding school; and 2) entrepreneurship development. The management of pesantren cannot be categorized as good, because: 1) the management system is simple, and still uses conventional and manual methods, especially for information on pesantren, facilities, and activities; and 2) The form of promotion and registration to pesantren still uses manual methods so that it affects administrative and financial management; and 3) For entrepreneurship, there is no mechanism and management that supports business turnover and business development. These things frustrate the development of pesantren to be more independent and superior and in the end, they will not develop as expected. The potential for developing pesantren can be seen from several perspectives/aspects, which include: 1) Development of promotional patterns and pesantren registration to attract interest, not only students (santri and students), but also donors and investors; 2) Developing entrepreneurial techniques and business planning as a means of supporting the independence of pesantren; 3) expansion of marketing and cooperation networks. The solutions offered are: 1) creating a special website for Islamic boarding schools and various developments that contain information on education, activities, and areas of entrepreneurship; 2) create a management information system for the promotion and registration of pesantren that is integrated with the website; and 3) providing training in entrepreneurship techniques and business planning as a means of supporting the independence of the pesantren.


 


 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles